Selasa, 20 Agustus 2019


Mensyukuri Bumi

Pagi ini saat mata kembali mengerjap
Sudahkah mensyukurinya?
Bersyukur masih bisa melihat pagi
Kembali berpijak di bumi selepas bermimpi

Kembali ke bumi berarti menikmati lagi
Menikmati kasihNya yang tak terbilang
Saat segarnya udara mengisi rongga dada
Tanpa kita meminta dalam doa

Sejuk embun tersisa di ujung daun
Semilir angin yang membelai sepoi-sepoi
Sapaan hangat sinar mentari
Gelayut manja awan berwarna kelabu

Guyuran hujan yang menenteramkan
Pelukan mesra belahan jiwa
Celoteh konyol buah hati kita
Senyum tulus seorang sahabat

Sudah hanya itukah?
Sudahkah tunaikah menghitungnya?
Sanggupkah menuliskannya?
Bahkan itu pun kita tak akan mampu

Ternyata baru sebatas menikmati
Tak sanggup menuliskan angka
Sama sekali tak punya kuasa
Masih pantaskah ada pongah di dada?

Kadang baru terasa saat nikmat tiada
Terasa duka saat disapa luka
Baru berdoa saat lara mendera
Terhenyak saat terkoyak asa

Dan mengibalah seorang hamba
Manusia papa yang tak punya apa-apa
Insan hina yang berumur dosa
Bersandar pada kemurahanNya


Surabaya, 20 November 2017
#puisi
#EmakBelajarNulis

Sabtu, 07 Mei 2011

Pulangku

Aku slalu ingin pulang untuk kembali belajar pada alam
alam dg segala pesona bahasanya
alam yg masih murni dlm memahami
alam yg begitu jernih dg sgala indah yg ia miliki

Alam tak pernah mengelak dari ajaran tuhannya
selalu memujiNYA dg setia & ketundukan
alam tak pernah menduakan rabbnya
ia hanya menjawab apa yg dilakukan manusia padanya
alam tak pernah sombong dg smua eloknya
ia tetap bersahaja menyajikan pesona
alam tak pernah berkesah pada takdirnya
alam menjalani semua suratan dengan tunduknya
ia tak pernah memaksakan kehendaknya

Aku ingin belajar tentang sebuah ketundukan padaNYA
belajar pada alam...

Senin, 25 April 2011

Pagi Ini


Semburat jingga kemerahan
Beradu indah dengan warna langit yang masih kelabu
Bulan masih separuh
Bintang pun hanya tersisa satu yang paling terang
Warna-warni lampu berpadu semarak dengan langit subuh
Udaranya masih terasa jernih
Sejernih gemericik air yang mengalir di kaki gunung
Pagi ini semua mengantarku dengan senyuman
Pergi untuk untuk mengisi sebuah harapan

Kamis, 21 April 2011

amarah

bukan aku marah karena ingin meluapkan amarah
tapi karena ingin membangun cerah
amarah itu hanya untuk menunjukkan ada sebuah celah
dengannya cahaya masih bisa kau rasakan

Senin, 18 April 2011

Berharap

Berharap pagi ini ada bintang
yang mengerjap tuk memberi senyuman
atas semua luka yang terbuat
aku menyesal

Aku masih berharap ada bulan
yang datang untuk menghiasi malam
bersinar penuh untuk nanti malam
aku maafkan

so surprise for this idea!

Dengan Warna yang Kupunya

Aku dengan segala lemah dan kurangku
Kupikir kau sudah sangat memahami itu
Ternyata aku salah…
Aku yakin ada yang terjadi padamu
Dengan sebuah doa kutitipkan Engkau padaNya
Biarlah Dia yang menjagaMu dengan segala yang aku tak tahu
Mungkin juga ini caraNya mencintai aku
Walaupun memang terasa sangat sakit rasa ini
Dan sakit ini tak bisa kubagi kecuali hanya denganNya
Aku akan berusaha menyunggingkan sebuah senyum
Bukan untuk berpura-pura bahagia
Tapi ingin kucerahkan dunia dengan warna yang kupunya         
Hanya dengan warna cinta dan suka cita
Karena itulah yang akan menghapus kecewa yang tersisa

Minggu, 17 April 2011

Terjaga oleh Setia

Hidup telah mengajariku banyak hal
Bahwa sebuah cinta akan terjaga oleh setia
Rasa sayang akan membuat kita bertahan dalam lara
Walau memang banyak yang begitu indah
Dan hati pun kadang menjadi gundah karena bimbangnya
Tapi ketulusan sebuah cinta akan menjaga semua tetap di tempatnya
Bertahan dengan segala aral yang ada
Berdiri menghadang dengan penuh perkasa

Sepi tak selamanya mengikis setia
Bahkan ia menguatkan dengan lantunan doa
Ialah mereka yang setia dengan  cinta…